Visit Jepara
Minggu, 13 Desember 2015
Karimunjawa Island
Publications are islands in the Java Sea are included in Jepara, Central Java. With a land area of 1,500 hectares and waters ± ± 110,000 hectares, Publications is now being developed into a tourist charms Sea Park that began much-loved local and foreign tourists.
Based on the legend that circulated in the islands, the island of Karimun found by Sunan Muria. The legend tells of Sunan Muria concerned for delinquency son, Amir Hasan. With the purpose of educating, Sunan Muria then ordered his son to go to an island that seems "kremun-kremun" (fuzzy) from the summit of Mount Moriah so that the child can deepen and develop the science of religion. Because it seemed "kremun-kremun" hence the name of the island of Karimun Island.
Libur Natal-Tahun Baru, Tarif Kamar Hotel di Jepara Naik
Salah satu hotel di kawasan pantai Bandengan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)
JEPARA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, harga kamar hotel saat libur Natal dan tahun baru dinaikkan. Kenaikannya bervariasi mulai 10 hingga 30 persen dibanding harga normal di hari biasa.
Hal itu dikatakan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jepara, Sigit Nugroho. Menurutnya, pihak pengelola hotel tentu ingin memanfaatkan momen libur dengan memberikan pelayanan yang optimal dan diimbangi dengan kenaikan harga sewa kamar.
“Harga sewa kamar hotel, untuk musim liburan akhir tahun ini, harga sewa kamar hotel mengalami kenaikan rata-rata sekitar 10 persen,” ujar Sigit, Jumat (11/12/2015).
Menurut dia, kenaikan harga bisa saja jauh lebih tinggi jika ada hotel yang juga menyediakan sarana hiburan live music. Momen tersebut memang sangat spesial bagi sebagian orang terutama wisatawan yang ingin berlibur menikmati sejumlah tawaran tempat wisata di Kota Ukir.
Dia menambahkan, mengaca tahun-tahun sebelumnya, rata-rata para tamu yang memesan kamar adalah wisatawan lokal, terutama dari Kudus, Semarang, Yogyakarta dan Magelang.
Sementara itu, salah seorang pengelola biro perjalanan Karimunjawa, Djati Utomo, menyampaikan, khusus untuk libur Natal tahun ini, kamar home stay di Karimunjawa sudah ludeh dipesan wisatawan. Untuk harga sewa kamar home stay tidak mengalami kenaikan.
“Selain home stay, tiket kapal untuk keberangkatan tanggal 26 Desember juga sudah habis sejak akhir bulan lalu,” kata Djati.
10 Warga Jepara Meninggal Diserang DBD
Acara pencanangan Gertak PSN-DBD di Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)
JEPARA – Pada akhir tahun ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara mencatat 1.397 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 10 orang meninggal dunia.
Kepala DKK Jepara Dwi Susilowati mengemukakan, kondisi cuaca Jepara sekarang yang kadang hujan dan kadang panas, menyebabkan jentik nyamuk Aedes Agepty cepat berkembang.
“Saat ini cuaca tak menentu, kadang hujan kadang panas, faktor seperti ini salah satu yang membuat berkembangnya Nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti), jadi perlu antisipasi secara dini,” ujar Susi, Jumat (11/12/2015).
Susi mengaku, untuk menekan tingginya angka kasus DBD, pihaknya melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (Gertak PSN – DBD). Pihaknya juga mengajak kepada masyarakat untuk selalu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk bisa diterapkan dalam rumah tangga.
Sementara itu, melalui gerakan yang diinisiasi oleh DKK Jepara dan Tim Penggerak PKK itu, Wakil Bupati Jepara Subroto optimistis kasus DBD di Kabupaten Jepara yang akhir – akhir ini menunjukkan tren peningkatan dapat ditekan seminim mungkin.
Subroto meminta dengan tegas kepada para kader PKK mulai dari Kabupaten hingga Desa, benar-benar serius menyosialisasikan upaya-upaya untuk mematikan jentik-jentik Aedes Aegypti kepada seluruh elemen masyarakat, agar angka penderita DBD tak lagi bertambah.
Langganan:
Komentar (Atom)