Minggu, 13 Desember 2015

10 Warga Jepara Meninggal Diserang DBD

Acara pencanangan Gertak PSN-DBD di Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ) JEPARA – Pada akhir tahun ini Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara mencatat 1.397 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 10 orang meninggal dunia. Kepala DKK Jepara Dwi Susilowati mengemukakan, kondisi cuaca Jepara sekarang yang kadang hujan dan kadang panas, menyebabkan jentik nyamuk Aedes Agepty cepat berkembang. “Saat ini cuaca tak menentu, kadang hujan kadang panas, faktor seperti ini salah satu yang membuat berkembangnya Nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti), jadi perlu antisipasi secara dini,” ujar Susi, Jumat (11/12/2015). Susi mengaku, untuk menekan tingginya angka kasus DBD, pihaknya melakukan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (Gertak PSN – DBD). Pihaknya juga mengajak kepada masyarakat untuk selalu melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk bisa diterapkan dalam rumah tangga. Sementara itu, melalui gerakan yang diinisiasi oleh DKK Jepara dan Tim Penggerak PKK itu, Wakil Bupati Jepara Subroto optimistis kasus DBD di Kabupaten Jepara yang akhir – akhir ini menunjukkan tren peningkatan dapat ditekan seminim mungkin. Subroto meminta dengan tegas kepada para kader PKK mulai dari Kabupaten hingga Desa, benar-benar serius menyosialisasikan upaya-upaya untuk mematikan jentik-jentik Aedes Aegypti kepada seluruh elemen masyarakat, agar angka penderita DBD tak lagi bertambah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda